Senin, 22 Januari 2018

ICO Review ArcBlock - Lahirnya Generasi Selanjutnya Blockchain 3.0 Untuk Membangun dan Menerapkan Aplikasi Yang Terdesentralisasi


Teknologi blockchain, semakin hari semakin banyak yang tertarik untuk mempelajari dan mengetahui cara kerjanya dan untuk mengetahui manfaat apa yang bisa di berikan olehnya. Bahkan pemerintah Indonesia sendiri juga tidak mau ketinggalan, dan untuk itu dalam hal ini Bank Indonesia memiliki rencana untuk mempelajari teknologi ini untuk mengetahui manfaat apa yang bisa di berikan untuk dunia perbankan di Indonesia. Seperti yang kita tahu sendiri beberapa negara-negara maju seperti halnya Jepang sudah melegalkan Bitcoin di negaranya, sehingga hal ini secara tidak langsung juga akan berdampak positif pada teknologi blockchain. Dan apakah anda sudah tahu arti blockchain tersebut? Blockchain adalah teknologi peer to peer di belakang Bitcoin. Blockchain merupakan jaringan block yang menyimpan data transaksi yang telah terenkripsi dalam jaringan terdistribusi. Teknologi ini memungkinkan user untuk menyimpan data digital dengan aman dan otentik tanpa bisa di ubah oleh orang lain. 

Blockchain pada awalnya muncul bersamaan dengan Bitcoin, namun belakangan di temukan banyak kegunaan dari teknologi ini  di luar mata uang digital itu sendiri. Blockchain mulai di aplikasikan penggunaannya oleh perusahaan kelas dunia seperti : Microsoft, Citibank, Visa dan Walt Disney. Dan seiring dengan waktu, banyak  blockchain yang di buat sesuai dengan fungsinya masing-masing, selain blockchainnya Bitcoin, blockchain lain yang populer adalah blockchain dari Ethereum, yaitu platform  ter-desentralisasi yang bisa menjalankan smart contract, yaitu aplikasi yang bisa berjalan sendiri sesuai pemrograman tanpa adanya downtime, sensor, penipuan dan gangguan dari pihak lain. Perbedaan yang paling utama antara Bitcoin dan Ethereum adalah tujuan dan fungsinya. Bitcoin menawarkan sistem uang elektronik peer-to-peer untuk pembayaran atau transfer Bitcoin. Sementara Ethereum memfokuskan blockchain-nya untuk menjalankan program ter-desentralisasi, termasuk salah satunya pembayaran atau transfer Ether, dan berkat blockchain Ethereum juga banyak ide-ide yang muncul untuk kemajuan fintech dan start ups, ini bisa di lihat dari banyak ICO yang menggunakan platform Ethereum dan menumpang di blockchain-nya. 

Permasalahan dalam komunitas blockchain dan cryptocurrency

Tetapi walaupun ke 2 blockchain yang di miliki oleh Bitcoin dan Ethereum ini adalah yang paling populer dan sangat berpengaruh terhadap komunitas blockchain dan cryptocurrency dunia, seringkali teknologi blockchain-nya masih memiliki kekurangan-kekurangan yang menyebabkan tidak efisien sehingga sulit untuk di adopsi dan di pahami. Dan hal lain adalah lamanya konfirmasi transaksi dan mahalnya biaya transaksi dari ke 2 blockchain ini. 
Apakah anda pernah merasa kesal ketika melakukan transaksi dengan Bitcoin atau Ethereum karena konfirmasi transaksinya yang berjam-jam, dan juga karena biaya kirimnya yang mahal? Di saat harga Bitcoin masih Rp 2 jutaan memang biaya kirimnya kecil tetapi seiring harga Bitcoin yang naik tajam dan strong up trend sampai 100 juta, dan biaya kirimnya juga ikut naik khususnya ketika melakukan pengiriman Bitcoin dari exchange dan personal wallet.

Dan di saat terjadi transaksi yang sangat banyak di dalam waktu bersamaan sehingga seringkali Bitcoin dan Ethereum mengalami transaksi yang overload, sehingga konfirmasi transaksinya sampai berjam-jam, karena kemampuan dari blockchain mereka hanya bisa menangani transaksi sekitar 100 transaksi perdetik, dan sekarang komunitas blockchain makin besar sehingga bisa terjadi transaksi lebih dari 100 transaksi perdetik, dan terjadi sekitar dua ratus ribu lebih transaksi Bitcoin perharinya di dunia ini saat ini. Dan ketika Bitcoin/Ethereum melebihi kemampuan teknologi blockchainnya dalam menangani jumlah transaksi, hal ini akan menyebabkan konfirmasi transaksi menjadi lama dan akhirnya tidak efisien . Sehingga bisa di bilang blockchain yang di miliki Bitcoin dan Ethereum adalah blockchain yang lambat. Bahkan beberapa hari lalu blockchainnya Ethereum tidak bisa menangani padatnya transaksi yang terjadi pada CryptoKitties  Dan hal lain yang sering di keluhkan oleh komunitas cryptocurrency adalah biaya kirim dari Bitcoin dan Ethereum yang tinggi, dan hal ini terkadang tidak sesuai dengan slogan Bitcoin dulu yang bersifat peer to peer dengan biaya transaksi yang sanga murah. Dan oleh karena semakin besarnya komunitas cryptocurrency dunia yang juga secara langsung akan meningkatkan jumlah transaksi mata uang digital, maka dari itu di butuhkan sebuah inovasi, bagaimana permasalahan-permasalahan di atas dapat di tangani.Untuk itu hadir ArcBlock yang merupakan generasi dari teknologi Blockchain 3.0 yang akan mengatasi beberapa permasalahan yang ada pada teknologi blockchain ini.  


Apa itu ArcBlock? 

ArcBlock adalah platform dan ekosistem untuk membangun dan menerapkan aplikasi blockchain terdesentralisasi yang di sebut dengan Blockchain 3.0 yang akan meningkatkan teknologi blockchain ke level selanjutnya. Platform ini menyediakan komponen dasar yang diperlukan untuk menggunakan blockchain untuk memperkuat aturan bisnis yang kompleks. Ini menghubungkan sistem yang ada dengan jaringan blockchain, memungkinkan kita mengotomatisasi proses bisnis dengan menggunakan data dan identitas yang terkait dengan sistem yang ada. Teknologi blockchain dari Bitcoin adalah yang pertama lahir dan selanjutnya lahir blockchainnya Ethereum sebagai smart contract. Dan ke dua blockchain ini masih memiliki beberapa kekurangan seperti yang di jelaskan di atas.
Saat ini aplikasi blockchain hanya bisa di gunakan oleh beberapa orang saja yang mengerti apa itu blockchain dan bagaimana cara kerjanya tetapi orang yang baru terjun ke teknologi blockchain akan mengalami kesulitan untuk memahami dan menggunakannya karena ada beberapa proses yang rumit untuk di lalui,  atau dengan kata lain blockchain yang ada sekarang tidaklah friendly dan sulit untuk di pahami dan di gunakan, seperti contohnya di dalam blockchainnya Ethereum kita harus tahu bagaimana caranya menggunakan Metamask, mulai dari mendownloadnya dan lain sebagainya. Dengan adanya ArcBlock maka permaslaahan-permasalahn ini dapat di atasi karena ArcBlock adalah blockchain yang lebih mudah untuk di gunakan dan lebih friendly. 


Apa tujuan, permasalahan dan kenapa anda harus bergabung dengan ArcBlock? 

ArcBlock sebagai Blockchain 3.0 memiliki tujuan untuk menjadi yang lebih baik dari teknologi blockchain sebelumnya yaitu blockchainnya Bitcoin (Blockchain 1.0) dan lebih baik dari blockchainnya Ethereum (Blockchain 2.0), yang mana memiliki beberapa keunggulan seperti memiliki lebih banyak fitur yang memudahkan penggunanya dan membuat blockchain akan mudah di pahami, serta juga memiliki scalabilty yang jauh lebih cepat dari blockchain sebelumnya. Beberapa keunggulan dan manfaat yang di berikan oleh Arcblock adalah : 
  • Meningkatkan performa teknologi blockachain ke level yang lebih tinggi. kalau di bandingkan Blockchain sebelumnya memiliki kekurangan scalabilty di saat terjadi makin padatnya transaksi maka konfirmasi transaksi menjadi semakin lama dan meningkatnya biaya transaksi. 
  • Arcblock akan menjadi blockchain yang mudah dan friendly di gunakan oleh semua orang. 
  • Menggunakan teknologi blockchain saat ini sangat mahal, dan Arcblock akan merubahnya menjadi lebih murah dan memungkinkan mensupport free aplikasi. 
  • Arcblock memiliki fitur-fitur yang memberikan banyak keuntungan dan manfaat bagi usernya dan memiliki fitur-fitur yang friendly dan mudah di gunakan. Salah satunya adalah dapat menangani transaksi lebih dari 100,000 transaksi/detik.
Manfaat lain dari ArcBlock adalah :
  • Arcblock di buat agar dapat membangun token ekonomi baru. Arcblock bukan hanya platform perangkat lunak yang dibangun oleh satu organisasi terpusat tetapi juga platform dan ekosistme yang akan terus berkembang  dengan sendirinya.
  • Memaksimal manfaat dan kemudahan dalam menggunakan teknologi blockchain. Dengan adapter blockchain tiruan, para engineer bahkan tidak perlu menjalankannya secara lokal node tes blockchain untuk mulai mengembangkan dan menguji aplikasi mereka. 
  • Arcblock di rancang untuk berjalan secara native di cloud, sehingga dapat meningkatkan aplikasi blockchain dan desentralisasi ketingkat berikutnya, termasuk teknologi patent tertunda. .ArcBlock awalnya akan dibangun di atas AWS dan Windows Azure, kemudian diperluas untuk mendukung Google Compute Engine, players komputasi cloud utama di China, dan platform lainnya. 
  • Di rancang dengan standar terbuka, sehingga developer yang menggunakan blockchain ArcBlock ini dapat membuat applikasi seperti yang mereka inginkan. 

Nantinya ArcBlock akan menciptakan token utility yang di sebut sebagai token ABT, dan token ini berfungsi untuk dapat mengakses produk dan layanan dari ArcBlock ini.

Siapa team dan founder dari ArcBlock? 

Team founder ArcBlock terdiri dari beberapa orang yang memiliki pengalaman di dalam teknlogi blockchain. Mereka terdiri dari Robert Mo sebagai CEO, Flavien Charlon sebagai Chief Scientist, Jean Chen sebagai VP marketing, Joe Wallin sebagai Legal Counsel. Dan masih banyak lagi team dan advisor yang lain.

Detail ICO ArcBlock 

Token yang di buat ArcBlock adalah token utility yang di pergunakan untuk mengakses manfaat dan layanannya.
  • ICO START : 3 -10 Februari 2018
  • NAMA TOKEN    : ArcBlock
  • SYMBOL             : ABT
  • HARGA TOKEN   : 1 ETH = 1900 Token
  • PEMBELIAN       : ETH, CMT
  • TYPE TOKEN     : ERC20
  • MINIMAL PEMBELIAN : 0.1 ETH
Untuk informasi lebih lanjut tentang ICO ArcBlock ini, silahkan kunjungi: 

LINKS :


Kesimpulan

Semakin popularnya cryptocurrency dan teknologi blockchain menyebabkan makin meningkatnya penggunanya dan juga meningkatnya permintaan terhadap banyak jenis cryptocurrency, tetapi seiring dengan makin besarnya komunitas cryptocurrency semakin banyak juga permasalahan yang muncul karena teknologi blockchain yang ada sekarang memiliki beberapa kekurangan seperti sulitnya memahami bagaimana cara kerjanya dan bagaimana menggunakannya. Selain itu juga semakin banyak penggunanya menyebabkan konfirmasi transaksi semakin lama dan juga biaya transaksi semakin mahal. Sehingga semua hal ini menjadi penghambat bagi perkembangan teknologi blockchain dan komunitasnya. Dengan ini hadir Arcblock yang akan membawa teknologi blockchain ke level selanjutnya (Blockchain 3.0) yang memberikan banyak kemudahan bagi penggunanya dan juga memiliki banyak keunggulan dari blockchain yang ada sekarang.  Dan token ArcBlock adalah token utility yang di gunakan untuk mengakses  produk yang di miliki oleh ArcBlock. Dan semakin banyak pengguna blockchain protokol ArcBlock ini maka semakin bannyak permintaan atas tokennya.

Disclaimer : "I am not ArcBlock representative or team member" 

Share this

0 Comment to "ICO Review ArcBlock - Lahirnya Generasi Selanjutnya Blockchain 3.0 Untuk Membangun dan Menerapkan Aplikasi Yang Terdesentralisasi"

Posting Komentar